Sabtu, 15 Juni 2013

SHALAT TIANGNYA AGAMA

Shalat merupakan rukun islam yang ke-2 dan menjadi salah satu pembeda antara orang yang beriman dan tidak.
Sungguh benar apa yang di ucapkan Nabi Muhammad SAW bahwa "Shalat itu merupakan tiang agama, maka barang siapa yang tidak melakukannya berarti meruntuhkan agamanya". Makna yang tersirat dalam kalimat tersebut mengungkapkan betapa pentingnya shalat bagi kita dan keutuhan islam. sebelum itu Allah telah berfirman, "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (al-Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan fahsya’ (keji) dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. 29:45)
Begitu pentingnya shalat rasul bersabda, Shalatlah berdiri, jika engkau tidak mampu maka (shalatlah) sambil duduk, jika engkau tidak mampu maka (shalatlah) sambil berbaring.”  [HR. Bukhari]
Hal ini dapat kita telaah lebih jauh dari firman Allah dalam surat ke 29 ayat 45 , jika Manusia melaksakan shalat dan kualitasnya cukup maka terhindar dari perbuatan keji dan mungkar. Apabila meninggalkan shalat maka ada kemungkinan manusia bisa berbuat keji dan mungkar terhadapa orang lain sehingga bisa saling mencelakakan antar sesama muslim. bahkan mereka akan tega memakan baggian dari orang yang miskin, anak yatim, fakir dan lainnya sehingga muslim akan terpecah dan setelah terpecah maka agama pun akan hancur. Makna lainnya yang bisa membuat agama hancur adalah dengan nama baik islam yang buruk karena segelintir orang yang berbuat keji dan munkar tersebut. mungkin ada kata yang terdengar "dia islam, tapi kok masih mencuri/membunuh/membom orang yang tak berdosa/tidak sholat" dari perkataan itu timbul bahwa islam tercemar padahal tak semua muslim seperti itu atau ada kemungkinan mereka hanya mengaku muslim saja.
Oleh karena, marilah kita bersama - sama mendirikan shalat agar diri kita selalu terpelihara dan dilindungi oleh Allah SWT dari perbuatan keji dan munkar yang akan membuat diri kita dan agama kita hancur.

Rabbij 'alni muqiimashshalaati wamin dzurriyyatii 

Sabtu, 08 Juni 2013

MAKNA PERISTIWA 27 RAJAB

Saat ini, mesyarakat lupa akan bulan-bulan islam. mungkin hanya mengingat bulan ramadhan,  syawal, dan 10 dzulhijah saja, padahal ada beberapa bulan penting lainnya seperti Muharram,Rabiul Awal, Sya'ban dan Rajab.

Muhaharram merupakan bulan pertama dalam kalender islam.
Rabiul Awal, pada bulan ini Rasulullah Muhammad SAW dilahirkan ke bumi.
Sya'ban menjadi bulan dimana buku amala baru dibuka dan ditutupnya buku amal yang lama
Rajab dimana perintah Shalat diberikan

Pada kesempatan kali ini, kita "share" tentang makna pada 27 rajab dimana rasuluulah dipanggil dan diperjalankan Allah dari masjidil haram ke masjidil aqsha danditeruskan ke shidratul muntaha peristiwa ini sering disebut isra' dan mi'raj Nabi Muhammad SAW.
Dalam hal ini didapatkan peristiwa satu malam namun  keberkahan sepanjang masa, yaitu Diperintahkannya Shalat yang merupakan penjaga umat islam dari kemungkaran dan kedzaliman. selain mkana itu terkandung makna yang tersirat dalam peristiwa tersebut, diantarnya adalah:

  • Isra: Perpindahan Nabi Muhammad SAW dari masjidl haram ke masjidil aqsha
         Mi'raj: naiknya Rasulullah dari bumi (masjidil aqsha) ke langit ke 7 (shidratul muntaha)
         Dari pengertian diatas didapatkan makna bahwa kita harus segera berpindah dari jalan yang kurang diridlai mennuju jalan yang lebih diridlai Allah. Serta kita harus menaikan derajat keimanan dan ketaqwaan kita pada Allah. Diri kira yang semula hanya mengerjakan shalat wajib sendiri menjadi berjam'ah; dari hanya shalat 5 waktu saja menjadi bertambah dengan shalat sunnah dan amalan lainnya; menambah kualitas setiap ibadah kita
  • Isra dan mi'rajnya Nabi Muhammad dalam 1 malam menggunakan "Buraq" yang merupakan kendaraan tercepat sepanjang masa. Disana mempunyai makana bahwa kita selaku umat muslim harus berfikir, tadabur, dan tafakur terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang tersirat dlam peristiwa tersebut atau dalam alqur'an.
         dalam hal ini sungguh cepatnya "buraq" yang ada kemungkinan kecepatannya melebihi kecepatan cahaya atau teleport yang masih belum ditemukan teknologinya. Penulis pun belum sanggup mengutarakan teknologi/ilmu apalagi yang tersirat dalam peristiwa tersebut yang membuktikan akan kekuasaan dan keagungan  Allah SWT
  • Peristiwa ini pun terkait dengan suatu riwayat diceritakan langit dan bumi saling menunjukan/mengutarakan kehebatnnya namun bumi yang memenangkan "percek-cokan" tersebut karena bumi menampung insan paling mulia, yaitu Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, langit memohon pada Allah agar ia bisa disinggahi oleh RAsulullah dan Allah mengabulkannya dengan diundangnya Rasul hingga ke langit ke 7. LAngit dan bumi ingin serta bangga bila menampung Rasulullah, maka kita sebagai umatnya yang tak pernah hidup bersamanya hemdaknya menuruti semua ajaran dan sunnahnya agar kita termasuk umat yang dicintai rasul dan Allah SWT. Bila kita mau dan berusaha untuk berakhlaqul karimah maka dengan izin Allah SWT langit dan bumi pun akan menjadi sahabat kita
itulah beberapa makna 27 Rajab yang diketahui oleh penulis saaat ini, mungkin masih banyak lagi makana yang tersiarat dalam peristiwa ini.
Wallahu a'lam bishshowwab

LIHAT DENGAN MATA HATI

Terkadang beberapa kepala hanya menilai cangkang
pikiran menjadi dangkal serta menatap sisi buruk saja
           hal itu disebabkan beberapa faktor,
                      Media yang menghipnotis seakan yang indah nan menarik adalah yang diketahui dan
                      dipercaya kebanyakan banyak individu saat ini;cantik/tampan parasnya, mulus kulitnya,
                      seksi tubuhnya, atau umur yang masih muda dan sebagainya
                      "habit" lingkungan yang merasuk pada cara pandang
                      Voting masyarakat yang membuat penilaian atas seseorang
                      dan banyak lagi faktor lainnya
Sungguh jika kita melihat dengat mata hati akan kecantikan/ketampanan dari dalam maka kejelekan/kekurangan fisik yang terindra akan tersa enak dipandang atau terabaikan bahkan bisa dinilai positif.
Kelebihan akan menjadi nilai tambah atas mereka

Lepaskan hipnotis dunia ini, lihatlah dengan mata hati tuk melihat keindahan dalam diri seorang insan
langkah selanjutnya adalah mencintai dan berkasih sayang dengan ikhlas.